• Jelajahi

    Copyright © WISATA HATI
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Antara Ikhlas dan Buang Air Besar

    mazatox
    Rabu, 13 Maret 2019, Maret 13, 2019 WIB Last Updated 2019-03-15T17:59:52Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Ikhlas merupakan sesuatu yang mudah diucapkan namun tidak semudah pengamalannya, untuk mempunyai hati yang ikhlas bisa jadi seseorang harus berlatih mungkin awalnya terpaksa tapi lama kelamaan akan terbiasa. Misalnya Si Alek yang ingin mencoba bertarget tiap hari bersedekah dua ribu rupiah, awalnya agak males mengeluarkan uang segitu, setelah dengan niat dan tekat kemudian menjadi terbiasa bahkan bisa lebih banyak.

    Atau Si Andre yang  ingin sholat tahajud, karena terbiasa  tidur saat sepertiga alam terakhir akhirnya memaksakan diri untuk bangun dengan memasang alarm, awalnya memang seakan penuh beban hanya untuk mendirikan sholat tahajud dua rakaat saja, namun jika istiqomah dikerjakan lambat laun akan terbiasa bahkan jika lupa tidak melaksanakan terasa ada sesuatu kegiatan yang hilang.

    Selain itu kita juga bisa belajar ikhlas dengan aktifitas sepele yang kita lakukan sehari-hari yakni buang air besar, mengapa demikian? coba bayangkan jika Anda tidak ikhlas melakukannya ? apakah Anda akan tetap bertahan tidak melaksanakannya, tidak mengeluarkannya? tentu tidak kan, Anda pasti bertindak untuk melaksanakan hajat tersebut dengan sangat ikhlas dan lega, lantas setelah itu apakah Anda selalu mengingat-ingat apa yang telah dikeluarkan, berapa banyak bentuknya seperti apa lalu dceritakan ke teman-teman, keluarga atau masyarakat, bahkan difoto lalu di share di berbagai sosial media ini lho hajat guwe, banyak kan? tentu malu kan, segera disiram lalu bersihkan tanpa jejak.


    Seperti itulah kira-kira kita belajar ikhlas, bahwa apa yang kita laksanakan, apa yang kita sedekahkan adalah hajat kita, kebutuhan yang harus ditunaikan tanpa harus mengungkitnya berkali-kali menfoto lalu share ke publik "saya sudah sedekah sekian, saya setiap hari selalu ibadah ini dan itu" karena akan mengurangi kualitas keikhlasan kita. Segera siram tanpa jejak seakan-akan tidak pernah melakukannya, lalu besoknya lakukan lagi dan seterusnya.

    Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam (QS.Al-An'am : 162)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +